Deskripsi
Memberikan regulasi termal yang presisi dan rendah kebisingan di lingkungan industri yang menuntut, Omron G3PE-245B-3N berfungsi sebagai kontaktor solid-state tiga fase berat yang dirancang untuk switching pemanas frekuensi tinggi. Dirancang dengan pendingin bawaan dan mengintegrasikan isolasi fototriak canggih, perangkat ini memastikan pemisahan galvanik yang aman antara logika kontrol dan sirkuit beban daya tinggi. Fungsi zero-cross terintegrasi menekan interferensi elektromagnetik dengan menyinkronkan aktivasi beban dengan titik nol tegangan AC, menjadikannya sangat kompatibel dengan lingkungan otomasi yang sensitif terhadap kebisingan.
Fitur
-
Kontrol Tiga Fase: Dilengkapi dengan 3 kutub yang di-switch (konfigurasi 3-elemen) untuk isolasi beban yang komprehensif.
-
Switching Zero-Cross: Meminimalkan kebisingan listrik dan arus lonjakan saat kondisi daya awal.
-
Isolasi Kuat: Kopler fototriak berkinerja tinggi melindungi output PLC/controller dari transient sisi beban.
-
Daya Tahan Fisik: Konstruksi solid-state menghilangkan keausan mekanis, secara dramatis memperpanjang masa operasi dibandingkan kontaktor elektromagnetik tradisional.
-
Tata Letak Terminal yang Praktis: Terminal sekrup berat mendukung sambungan cincin dan garpu yang aman.
Aplikasi
- Pemanasan barel cetakan injeksi plastik dan ekstrusi
- Oven reflow industri dan sistem pengeringan industri
- Pengontrol ruang termal pembuatan semikonduktor
- Terowongan penyusutan mesin pengemasan dan batang penyegel
Spesifikasi Teknis
| Produsen |
Omron |
| Nomor Model |
G3PE-245B-3N |
| Jenis Perangkat |
Relay Solid State 3-Fase (Kontrol Pemanas) |
| Jumlah Elemen |
3-fase, 3-elemen |
| Tegangan Kontrol Terukur |
12 hingga 24 VDC |
| Rentang Tegangan Operasi |
9,6 hingga 30 VDC |
| Arus Input |
10 mA maks. (pada 24 VDC) |
| Tegangan Harus Operasi |
9,6 VDC maks. |
| Tegangan Harus Lepas |
1 VDC min. |
| Tegangan Beban Terukur |
100 hingga 240 VAC (50/60 Hz) |
| Rentang Tegangan Beban |
75 hingga 264 VAC (50/60 Hz) |
| Arus Beban |
45 A (pada 40 derajat C) |
| Arus Beban Minimum |
0,5 A |
| Ketahanan Arus Masuk |
440 A (60 Hz, 1 siklus) |
| I2t yang Diizinkan |
1260 A2s |
| Kapasitas Beban yang Berlaku |
15,5 kW (pada 200 VAC) |
| Metode Isolasi |
Fototriak |
| Fungsi Zero Cross |
Dilengkapi |
| Struktur Terminal |
Terminal sekrup |
| Berat Pengiriman (Dihitung) |
3,0 kg |
Koneksi dan Antarmuka
| Penunjukan Terminal |
Kelas Terminal |
Deskripsi / Fungsi |
| A1 (+) / A2 (-) |
Terminal Input |
Input Tegangan Kontrol DC (sinyal trigger 12 hingga 24 VDC) |
| L1 / L2 / L3 |
Input Garis Beban |
Koneksi input jalur daya AC 3-fase (100 hingga 240 VAC) |
| T1 / T2 / T3 |
Output Beban |
Koneksi daya AC 3-fase langsung ke elemen pemanas |
Wawasan Teknik Empiris
Model Alternatif & Kompatibilitas
Akhiran "3N" menunjukkan pengontrol 3-fase, 3-elemen yang mengalihkan ketiga fase yang berbeda. Jika mengganti model 2-elemen lama (seperti G3PE-245B-3, yang hanya mengalihkan dua fase sementara melewatkan fase ketiga secara langsung), verifikasi diagram pengkabelan panel. Versi 3-elemen memberikan isolasi superior dan memenuhi kode keselamatan yang lebih ketat yang mengharuskan semua jalur fase terputus selama siklus mati.
Perangkap Aplikasi & Catatan Teknik
Relay solid state menghasilkan sekitar 1,5 Watt panas per Ampere arus beban. Saat memasang unit 45 A ini dalam panel kontrol tertutup penuh, hitung total beban termal dan pastikan sirkulasi udara yang memadai atau pendinginan paksa. Suhu lingkungan di dalam panel tidak boleh melebihi 40 derajat C untuk mempertahankan rating penuh 45 A tanpa menurunkan kapasitas perangkat.
Tips Komisioning & Pengkabelan
Untuk mencegah pemanasan lokal berlebih dan kegagalan terminal di bawah beban arus tinggi, gunakan terminal cincin tertutup tipe crimp untuk jalur beban utama (L1/L2/L3 dan T1/T2/T3). Pastikan semua terminal beban dikencangkan dengan torsi antara 1,47 dan 2,45 N-m. Periksa torsi sambungan secara berkala selama siklus pemeliharaan rutin pabrik.
Pedoman Instalasi
PERINGATAN KRITIS: Tegangan berbahaya ada pada terminal sirkuit utama. Putuskan dan kunci semua pasokan daya primer hulu sebelum melakukan pemasangan, pemeliharaan, atau prosedur pengkabelan pada peralatan ini. Verifikasi tegangan sisa pada semua terminal menggunakan multimeter digital berperingkat sesuai.
1
Pasang unit secara vertikal pada rel DIN standar 35mm atau langsung ke panel belakang logam menggunakan lubang sekrup pemasangan terintegrasi. Pastikan sirip pendingin terintegrasi menghadap vertikal untuk memfasilitasi aliran udara konveksi alami yang optimal.
2
Kabelkan jalur input kontrol 12 hingga 24 VDC dari PLC, pengontrol suhu, atau pemecah logika keselamatan Anda ke terminal A1 (+) dan A2 (-).
3
Sambungkan kabel pasokan listrik utilitas 3-fase yang masuk ke terminal input yang diberi label L1, L2, dan L3 menggunakan kabel industri berperingkat suhu tinggi.
4
Rutekan terminal output beban T1, T2, dan T3 ke terminal elemen pemanas. Periksa kembali bahwa semua jalur fase dikonfigurasi dengan benar sesuai dengan konfigurasi pengkabelan pemanas delta atau bintang.