Ikhtisar Produk
ECM-B3M-E21310SS1 (ECMB3ME21310SS1) adalah motor servo industri berperforma tinggi dari seri B3 canggih Delta, yang dirancang untuk memenuhi tuntutan ketat aplikasi kendali gerak modern. Dengan daya keluaran nominal 1 kW dan desain rotor berinersia sedang, motor ini memberikan keseimbangan optimal antara respons berkecepatan tinggi dan kontrol stabil untuk beban dengan massa yang bervariasi. Motor ini dilengkapi encoder optik inkremental 24-bit beresolusi tinggi yang menghasilkan 16.777.216 pulsa per putaran untuk akurasi pemosisian yang tak tertandingi. Dirancang agar andal di lingkungan industri yang berat, model ini mencakup rem mekanis terintegrasi dan segel oli berkualitas tinggi, sehingga ideal untuk aplikasi sumbu vertikal dalam pemesinan CNC, pengemasan otomatis, dan sistem penanganan material berpresisi tinggi.
Rincian Sufiks & Nomor Komponen
Nomor komponen ECM-B3M-E21310SS1 mengikuti logika identifikasi terstruktur Delta untuk seri B3:
-
ECM: Motor Komutasi Elektronik.
-
B3: Seri produk (Seri B3 Berperforma Tinggi).
-
M: Inersia Sedang (Dioptimalkan untuk aplikasi yang memerlukan kontrol stabil terhadap beban sedang).
-
E: Tegangan dan Kecepatan Nominal (220 V / 2000 rpm).
-
2: Encoder Optik Inkremental 24-bit.
-
13: Ukuran Rangka Motor (130 mm).
-
10: Daya Keluaran Nominal (1,0 kW).
-
S: Konfigurasi poros dan Segel Oli (alur pasak dengan lubang sekrup tetap, termasuk Rem dan Segel Oli).
-
S: Jenis konektor standar dan diameter poros standar.
-
1: Kode Khusus (spesifikasi produk standar).
Spesifikasi Teknis
| Atribut |
Detail Spesifikasi |
| Model |
ECM-B3M-E21310SS1 |
| Merek |
DELTA |
| Seri |
Seri ECM-B3 |
| Daya Keluaran Nominal |
1,0 kW |
| Kecepatan Nominal |
2000 rpm |
| Tegangan Nominal |
220 V |
| Inersia Rotor |
Inersia Sedang |
| Resolusi Encoder |
24-bit (16.777.216 pulsa/putaran) |
| Ukuran Rangka |
130 mm |
| Rem Penahan |
Terintegrasi |
| Segel Oli |
Terintegrasi |
| Desain Poros |
Alur pasak dengan lubang sekrup tetap |
| Berat |
6,3 kg |
| Berat Pengiriman |
7,5 kg |
FAQ Teknis
Kapan saya sebaiknya memilih versi "Inersia Sedang" (M) daripada versi "Inersia Rendah"?
Rotor Inersia Menengah pada ECM-B3M-E21310SS1 dirancang untuk aplikasi dengan inersia beban yang relatif tinggi atau berfluktuasi selama pengoperasian. Rotor ini memberikan stabilitas mekanis yang lebih baik dan mengurangi kompleksitas penyetelan penggerak servo, sehingga lebih unggul untuk sistem yang digerakkan sabuk dan hubungan mekanis tugas berat dibandingkan motor inersia rendah yang ditujukan khusus untuk akselerasi sangat cepat pada beban ringan.
Apa arti penting encoder 24-bit pada motor ini?
Encoder optik 24-bit memberikan resolusi yang jauh lebih tinggi daripada encoder 17-bit atau 20-bit standar. Hal ini memungkinkan pengoperasian pada kecepatan rendah yang lebih mulus, hasil permukaan yang lebih baik dalam aplikasi CNC, serta penolakan resonansi mekanis yang jauh lebih tinggi, karena penggerak servo dapat mendeteksi dan mengompensasi penyimpangan posisi yang sangat kecil.
Bagaimana cara kerja rem terintegrasi pada aplikasi vertikal?
Rem terintegrasi adalah rem penahan yang dirancang untuk mengunci poros motor pada tempatnya saat daya dimatikan (fail-safe). Rem ini mencegah sumbu vertikal “jatuh” akibat gravitasi selama penghentian darurat atau kegagalan daya. Rem ini tidak boleh digunakan sebagai rem dinamis untuk menghentikan motor saat sedang berputar.
Panduan Rekayasa & Pemasangan
-
Perawatan Seal Oli: Seal oli terintegrasi melindungi bagian dalam motor dari pelumas gearbox atau cairan pemotong. Pastikan ketinggian oli dalam gearbox yang terhubung tidak melebihi bagian tengah poros motor untuk mencegah tekanan berlebih pada seal, yang dapat menyebabkan keausan dini atau masuknya cairan.
-
Pengkabelan Rem Penahan: Rem memerlukan catu daya 24 VDC khusus. Jangan pernah menghubungkan rem ke sumber daya yang sama dengan logika penggerak servo tanpa isolasi, karena gaya gerak listrik balik dari kumparan rem dapat menyebabkan gangguan listrik. Selalu gunakan dioda pelindung lonjakan atau varistor pada kumparan rem untuk meredam lonjakan tegangan.
-
Penjajaran Poros: Saat memasang motor menggunakan flensa rangka 130 mm, pastikan penjajaran kopling berada dalam toleransi yang ditentukan oleh produsen (biasanya < 0.03 mm). Ketidakselarasan dapat menyebabkan beban radial berlebih pada bantalan dan seal oli, sehingga meningkatkan getaran dan memperpendek masa pakai motor.