Ikhtisar Produk
ECMA-C11010RS (ECMAC11010RS) adalah Motor Servo AC berkinerja tinggi dari seri ASDA-A2 Delta yang terkenal, dirancang untuk aplikasi kontrol gerak kecepatan tinggi dan presisi tinggi. Memberikan daya kuat sebesar 1 kW pada kecepatan terukur 3000 r/menit, motor ini menjadi andalan industri untuk aplikasi yang membutuhkan percepatan cepat dan posisi presisi, seperti pemesinan CNC, robotik pick-and-place kecepatan tinggi, dan mesin tekstil otomatis. Motor ini dilengkapi dengan encoder incremental 20-bit, memberikan resolusi 1.280.000 pulsa per putaran, yang memastikan gerakan sangat halus dan meminimalkan riak torsi. Dikemas dalam rangka 100 mm, model ini dibangun untuk daya tahan dengan segel oli terintegrasi, meskipun dikonfigurasi tanpa rem mekanis, menjadikannya ideal untuk sumbu horizontal di mana respons dinamis tinggi adalah kebutuhan utama.
Rincian Sufiks & Nomor Bagian
ECMA-C11010RS mengikuti kode sistematis Delta untuk Seri A2 guna mendefinisikan karakteristik mekanik dan elektrikalnya:
-
ECMA: Motor Komutasi Elektrik (Servo AC).
-
C: Tegangan Terukur / Kecepatan Terukur (220 V / 3000 r/menit).
-
1: Tipe Encoder (Encoder Optik Incremental 20-bit).
-
10: Ukuran Rangka Motor (100 mm).
-
10: Daya Keluaran Terukur (1,0 kW).
-
R: Tipe Poros dan Segel (Keyway dengan lubang sekrup tetap, tanpa rem, dengan segel oli).
-
S: Diameter Poros Standar dan Konektor.
Spesifikasi Teknis
| Atribut |
Detail Spesifikasi |
| Model |
ECMA-C11010RS |
| Merek |
DELTA |
| Seri |
Seri ASDA-A2 |
| Daya Keluaran Terukur |
1,0 kW |
| Kecepatan Terukur |
3000 r/menit |
| Tegangan Terukur |
220 V |
| Resolusi Encoder |
20-bit (1.280.000 p/rev) |
| Ukuran Rangka |
100 mm |
| Rem |
Tidak Ada (Model Non-Brake) |
| Segel Oli |
Termasuk |
| Desain Poros |
Keyway (dengan lubang sekrup) |
| Berat Bersih |
4,3 kg |
| Berat Pengiriman |
6,5 kg |
FAQ Teknis
Dalam skenario apa versi "Non-Brake" (R) lebih disukai dibandingkan versi rem?
ECMA-C11010RS lebih disukai untuk aplikasi gerakan horizontal di mana beban tidak perlu ditahan saat keadaan mati listrik. Dengan menghilangkan rem, motor memiliki massa lebih rendah (4,3 kg dibandingkan 5,5+ kg untuk model rem) dan panjang fisik lebih pendek, memungkinkan percepatan lebih tinggi dan integrasi lebih mudah ke dalam mesin kompak di mana "back-driving" akibat gravitasi tidak menjadi masalah.
Bagaimana pengaruh encoder 20-bit terhadap performa seri A2?
Resolusi 20-bit memungkinkan drive servo mencapai stabilitas kecepatan rendah yang superior dan kontrol posisi yang sangat presisi. Dalam sistem ASDA-A2, umpan balik resolusi tinggi ini juga digunakan untuk menerapkan peredam getaran canggih dan filter notch, yang membantu menstabilkan mesin dengan kekakuan mekanis rendah atau resonansi tinggi.
Apakah motor ini kompatibel dengan drive seri ASDA-B2?
Meskipun motor seri ECMA terutama dirancang untuk drive seri ASDA-A2 agar dapat memanfaatkan umpan balik 20-bit dan fungsi E-CAM secara penuh, motor ini sering kompatibel dengan drive ASDA-B2. Namun, parameter kontrol drive harus dipetakan dengan benar ke umpan balik encoder 20-bit untuk memastikan operasi yang stabil.
Panduan Teknik & Instalasi
-
Perlindungan Segel Oli: Segel oli terintegrasi dirancang untuk mencegah masuknya oli gearbox atau kontaminan ke dalam rumah motor. Untuk memastikan umur panjang, hindari operasi "terendam" di mana level oli lebih tinggi dari pusat poros. Periksa area poros secara rutin untuk kebocoran, karena segel oli yang kering dapat menyebabkan kerusakan panas akibat gesekan.
-
Beban Radial dan Aksial: Saat memasang pulley atau kopling menggunakan alur kunci, hindari pemukulan berlebihan pada poros yang dapat merusak cakram encoder optik 20-bit yang sensitif di bagian belakang motor. Gunakan lubang sekrup tetap di ujung poros untuk menarik kopling dengan halus ke tempatnya.
-
Kabel dan Pentanahan: Karena switching frekuensi tinggi pada drive servo AC, selalu gunakan kabel daya dan encoder yang terlindung. Pastikan rangka motor dipentanahkan ke basis mesin dan pelindung kabel dipentanahkan di sisi drive untuk mencegah pulsa "hantu" atau gangguan sinyal encoder yang dapat menyebabkan kesalahan posisi.