Deskripsi
Beroperasi dalam kelas daya 200V, unit putar inersia sedang berkinerja tinggi ini, yang dikenal sebagai Mitsubishi Electric HG-SR102, memberikan torsi kontinu untuk aplikasi posisi otomatis. Dibangun untuk integrasi dengan platform MELSERVO-J4, motor ini menyediakan kontrol gerak presisi dalam lingkungan otomasi pabrik yang menuntut. Dilengkapi dengan encoder 22-bit resolusi tinggi, motor ini menawarkan respons dinamis luar biasa dan keandalan umpan balik posisi, cocok untuk penanganan material, indeksasi, dan mesin pengemasan kecepatan tinggi.
Fitur
-
Umpan Balik Resolusi Tinggi: Encoder absolut/incremental 22-bit menghasilkan 4.194.304 pulsa per putaran untuk kontrol kecepatan dan posisi yang sangat presisi.
-
Inersia Rotor yang Kokoh: Desain inersia sedang memastikan rotasi stabil dan pengiriman torsi yang halus, terutama saat variasi beban.
-
Perlindungan Industri: Rangka tertutup penuh dengan pendinginan sendiri dan rating IP67 (kecuali bagian poros) melindungi lilitan internal dari debu dan semprotan air.
-
Kompatibilitas Drive Luas: Terhubung mulus dengan amplifier servo J4-100GF, MR-J4-100B, dan MR-J4-100A.
-
Kapasitas Torsi Puncak Tinggi: Memberikan torsi instan maksimum 14,3 Nm, menyediakan profil percepatan dan pengereman yang cepat.
Aplikasi
- Sistem perakitan otomatis dan konfigurasi gantry robotik pick-and-place.
- Mesin pengemasan, pengisian, dan pelabelan multi-sumbu.
- Meja indeksasi putar kecepatan tinggi dan aktuator pisau putar.
- Konveyor penanganan material dan lif penyimpanan/pengambilan otomatis di gudang.
Spesifikasi Teknis
| Parameter Spesifikasi |
Nilai |
| Produsen |
Mitsubishi Electric |
| Nomor Model |
HG-SR102 |
| Seri |
Seri MELSERVO-J4 |
| Output Terukur |
1,0 kW |
| Kelas Tegangan |
200 VAC |
| Kecepatan Terukur |
2000 r/menit |
| Kecepatan Maksimum |
3000 r/menit |
| Torsi Terukur |
4,8 Nm |
| Torsi Maksimum |
14,3 Nm |
| Arus Terukur |
5,6 A |
| Arus Maksimum |
17,0 A |
| Momen Inersia (J) |
11,6 x 10^-4 kg*m2 |
| Detektor Kecepatan/Posisi |
Encoder absolut/incremental 22-bit (4.194.304 pulsa/rev) |
| Kelas Termal |
155 (F) |
| Struktur Perlindungan |
IP67 (kecuali lubang poros) |
| Suhu Operasi |
0 hingga 40 derajat C (tidak membeku) |
| Beban Poros yang Diizinkan |
Radial: 980 N, Dorong: 490 N |
| Berat Produk |
6,7 kg |
| Berat Pengiriman |
8,0 kg |
| Dimensi Produk |
34 cm x 18 cm x 28 cm |
Wawasan Teknik Empiris
Model Alternatif & Kompatibilitas
Saat memigrasi lini otomasi lama dari motor seri HC-SFS102 ke arsitektur modern MELSERVO-J4, HG-SR102 berfungsi sebagai padanan fungsional langsung. Namun, perhatikan bahwa kabel sambungan encoder dan dimensi fisik berbeda antara seri; adaptor retrofit dan kabel yang diperbarui diperlukan untuk interfacing yang berhasil dengan amplifier seri MR-J4.
Perangkap Aplikasi & Catatan Teknik
Mengoperasikan motor di dalam enclosure kecil yang sepenuhnya tertutup tanpa pelat pendingin eksternal dapat menyebabkan pemanasan lokal. Motor mengandalkan flange pemasangannya untuk membuang panas; pastikan permukaan pemasangan memenuhi pedoman area dan ketebalan minimum yang dijelaskan dalam manual MR-J4 untuk mencegah kesalahan beban termal (E7 atau E9). Motor seri HG-SR standar tidak termasuk segel oli terintegrasi. Untuk pengaturan yang dipasang pada gearbox berendam oli atau terkena cipratan oli, pilih varian HG-SR102J untuk mencegah degradasi lilitan.
Tips Komisioning & Pengkabelan
Sinyal frekuensi tinggi dari encoder serial 22-bit sensitif terhadap pelepasan elektrostatik dan EMI. Selalu rute kabel encoder melalui pipa baja yang didedikasikan dan dibumikan atau jaga jarak minimal 30 cm dari jalur daya utama (jalur fase U/V/W). Sambungkan rumah motor langsung ke pelat ground amplifier menggunakan tali pengikat impedansi ultra-rendah untuk menghilangkan kesalahan potensial mengambang.
Pedoman Pemasangan
PERINGATAN KRITIS
Isolasi dan kunci semua jalur daya tiga fase utama dan tegangan kontrol sebelum memulai pemasangan. Tunggu setidaknya 15 menit untuk memungkinkan kapasitor internal amplifier mengosongkan muatan. Verifikasi keadaan nol energi di semua terminal motor (U, V, W, dan tanah) sebelum manipulasi fisik.
1
Penjajaran Mekanis: Selaraskan pusat poros dengan rakitan beban menggunakan kopling fleksibel. Jaga beban radial di bawah 980 N dan beban dorong di bawah 490 N untuk menghindari kegagalan bantalan dini.
2
Torsi Baut Pemasangan: Kencangkan flange motor ke rangka pemasangan menggunakan pengikat kekuatan tinggi. Terapkan profil torsi yang ditentukan OEM secara merata di semua lubang struktural.
3
Sambungan Listrik: Sambungkan fase daya U, V, dan W, dengan menjaga pemetaan rotasi yang benar ke terminal amplifier servo. Pasang konduktor tanah pelindung langsung ke rangka.
4
Sambungan Encoder: Sambungkan konektor umpan balik 22-bit, pastikan selongsong penyegel IP67 terkunci rapat untuk mencegah masuknya pendingin atau debu.