Dirancang untuk kontrol gerak berpresisi tinggi, penguat servo AC Mitsubishi Electric MR-J2S-700B menghadirkan kinerja loop tertutup yang andal dalam ekosistem Seri MELSERVO J2S. Unit ini terintegrasi mulus dengan pengontrol gerak melalui antarmuka bus serial SSCNET berkecepatan tinggi, sehingga menyediakan kontrol sinkron untuk mesin industri multi-sumbu yang kompleks.
Fitur Utama
-
Kompatibilitas Bus SSCNET: Memungkinkan komunikasi serat optik berkecepatan tinggi dan tahan gangguan dengan pengontrol gerak.
-
Kontrol PWM Sinusoidal: Mengoptimalkan penyaluran arus ke motor servo, sehingga mengurangi riak torsi dan pembentukan panas.
-
Rem Dinamis Bawaan: Memungkinkan perlambatan cepat dan penghentian darurat untuk melindungi komponen mekanis.
-
Perlindungan Komprehensif: Dilengkapi diagnostik terintegrasi untuk mendeteksi arus berlebih, tegangan berlebih regeneratif, beban berlebih, dan gangguan komunikasi enkoder.
-
Pendinginan Aktif: Dilengkapi kipas pendingin internal untuk mempertahankan suhu pengoperasian yang stabil selama siklus kerja berat.
Aplikasi
- Pusat pemesinan CNC multi-sumbu dan mesin pengerjaan logam presisi.
- Sistem pengemasan otomatis dan lini pembotolan berkecepatan tinggi.
- Peralatan manufaktur semikonduktor dan sistem robotik ambil-dan-letakkan.
- Gantry penanganan material dan sistem penyimpanan/pengambilan otomatis (ASRS).
Spesifikasi Teknis
| Parameter |
Spesifikasi |
| Produsen |
Mitsubishi Electric |
| Nomor Model |
MR-J2S-700B |
| Seri |
MELSERVO-J2-Super (MELSERVO J2S) |
| Catu Daya Masukan |
AC 3 fase 200-230 V, 50/60 Hz |
| Fluktuasi Tegangan yang Diizinkan |
AC 3 fase 170-253 V |
| Fluktuasi Frekuensi yang Diizinkan |
+/- 5% |
| Metode Kontrol |
Kontrol PWM sinusoidal / sistem kontrol arus |
| Respons Frekuensi Kecepatan |
550 Hz atau lebih |
| Rem Dinamis |
Terpasang di dalam |
| Peringkat Enklosur |
IP00 (Tipe terbuka, memerlukan pemasangan panel kontrol) |
| Metode Pendinginan |
Pendinginan kipas paksa |
| Suhu Pengoperasian |
0 hingga 55 derajat C (tidak membeku) |
| Suhu Penyimpanan |
-20 hingga 65 derajat C (tidak membeku) |
| Kelembapan Ambien |
Maksimum 90% RH (tanpa kondensasi) |
| Elevasi Maksimum |
1000 m atau kurang di atas permukaan laut |
| Ketahanan Getaran |
Maksimum 5,9 m/s persegi |
| Berat Pengiriman |
8.2 kg |
Koneksi dan Antarmuka
| Terminal / Konektor |
Fungsi / Penetapan |
| L1 / L2 / L3 |
Masukan catu daya utama AC 3 fase |
| L11 / L21 |
Masukan catu daya rangkaian kontrol |
| U / V / W |
Sambungan keluaran daya motor servo |
| CN1A / CN1B |
Port koneksi bus SSCNET (untuk penyambungan daisy-chain sistem) |
| CN2 |
Port koneksi umpan balik encoder |
Wawasan Rekayasa Empiris
Model Alternatif & Kompatibilitas
MR-J2S-700B menggunakan protokol SSCNET, sehingga tidak kompatibel dengan varian MR-J2S-700A analog/kereta pulsa. Saat mengganti unit MR-J2-700B yang lebih lama, pastikan firmware pengontrol mendukung set parameter terbaru seri J2S.
Kesalahan Umum Aplikasi & Catatan Rekayasa
Karena unit ini memiliki peringkat IP00, unit harus dipasang di dalam kabinet kontrol yang bersih dan bebas debu (IP54 atau lebih tinggi). Dalam aplikasi dengan inersia tinggi, resistor regeneratif internal dapat mengalami panas berlebih. Jika amplifier sering mengalami trip akibat tegangan berlebih regeneratif (AL.30) atau beban berlebih regeneratif (AL.37), opsi regeneratif eksternal harus disambungkan ke terminal P dan C, dengan batang hubung singkat antara P dan D dilepas.
Tips Komisioning & Pengkabelan
Selalu gunakan kabel serat optik Mitsubishi asli untuk port CN1A/CN1B. Pastikan radius tekuk minimum kabel serat optik dipatuhi secara ketat untuk mencegah pelemahan sinyal yang dapat menyebabkan gangguan komunikasi intermiten (AL.85). Hubungkan rangka amplifier langsung ke pelat belakang panel utama menggunakan anyaman pendek dan tebal untuk meminimalkan EMI frekuensi tinggi.
Panduan Pemasangan
PERINGATAN PENTING
Pastikan semua sumber daya input (sirkuit utama dan kontrol) benar-benar tidak bertegangan sebelum melakukan pemasangan, pengkabelan, atau pemeliharaan. Tunggu setidaknya 10 menit setelah daya dimatikan agar kapasitor bus internal melepaskan muatannya. Pastikan lampu pengisian daya di bagian depan amplifier benar-benar padam sebelum menyentuh terminal apa pun.
1
Pasang amplifier servo secara vertikal pada permukaan datar dan kokoh di dalam panel kontrol, dengan memastikan jarak yang memadai di sekitar saluran masuk dan keluar kipas pendingin.
2
Hubungkan terminal pembumian pelindung (PE) ke ground sistem sebelum melakukan sambungan listrik lainnya.
3
Hubungkan catu daya utama 3 fase ke terminal L1, L2, dan L3, serta catu daya kontrol ke L11 dan L21.
4
Hubungkan kabel daya motor ke terminal U, V, dan W, lalu colokkan kabel encoder ke port CN2.
5
Masukkan kabel serat optik SSCNET ke CN1A dan CN1B, pastikan kabel terkunci dengan benar pada tempatnya.