Deskripsi
Dirancang untuk kontrol gerak multi-sumbu yang sangat tersinkronisasi, Mitsubishi Electric MR-J4W2-77B berfungsi sebagai penguat servo AC 2 sumbu berdensitas tinggi dalam platform MELSERVO-J4. Dengan mengintegrasikan sirkuit kontrol untuk dua sumbu independen ke dalam satu unit fisik, penguat ini secara signifikan mengurangi jejak ruang enklosur panel listrik yang diperlukan dan menyederhanakan pengkabelan bus kontrol. Perangkat ini berkomunikasi secara native melalui jaringan serat optik berkecepatan tinggi SSCNET III/H, yang memungkinkan sinkronisasi gerak waktu nyata deterministik dengan pengontrol gerak dan modul Simple Motion. Drive ini dilengkapi vibration suppression control II canggih serta algoritme penyetelan otomatis waktu nyata untuk mengoptimalkan respons dinamis mekanis dan waktu stabilisasi.
Fitur
- Integrasi dua sumbu mengurangi kebutuhan ruang tata letak panel dibandingkan dengan dua drive sumbu tunggal.
- Antarmuka komunikasi serat optik SSCNET III/H memberikan imunitas noise tinggi dan laju respons 150 Mbps.
- Kompatibel dengan motor rotari dan linear beresolusi tinggi yang menggunakan encoder absolut 22-bit.
- Fungsi Safe Torque Off (STO) terintegrasi yang memenuhi EN ISO 13849-1 Kategori 3 PL e.
- Penyetelan adaptif waktu nyata secara otomatis mengompensasi perubahan inersia beban dan resonansi mekanis.
Aplikasi
- Robot gantry pick-and-place tersinkronisasi dan sistem Cartesian multi-sumbu.
- Mesin pengemasan, pengisian, dan pembungkusan industri berkecepatan tinggi.
- Penyisipan komponen elektronik presisi dan lini perakitan semikonduktor.
- Konveyor penanganan material otomatis, serta pengumpanan sumbu mesin perkakas tambahan.
Spesifikasi Teknis
| Parameter |
Nilai Spesifikasi |
| Produsen |
Mitsubishi Electric |
| Nomor Model |
MR-J4W2-77B |
| Seri |
MELSERVO-J4 |
| Jumlah Sumbu yang Dikendalikan |
2 Sumbu (Sumbu A dan Sumbu B) |
| Keluaran Terukur (Per Sumbu) |
0,75 kW (Sumbu A) / 0,75 kW (Sumbu B) |
| Masukan Daya Sirkuit Utama |
AC 3 fase 200 hingga 240 V, 50/60 Hz |
| Masukan Daya Sirkuit Kontrol |
AC 1 fase 200 hingga 240 V, 50/60 Hz |
| Antarmuka Komunikasi |
SSCNET III/H (jaringan optik berkecepatan tinggi) |
| Metode Kontrol |
Kontrol PWM sinusoidal, kontrol sistematis arus |
| Fungsi Keselamatan |
Safe Torque Off (STO) melalui CN8 |
| Suhu Pengoperasian Lingkungan |
0 hingga 55 degC (tidak membeku) |
| Dimensi Produk |
168 mm (T) x 85 mm (L) x 195 mm (D) |
| Berat Bersih Produk |
2,3 kg |
| Berat Pengiriman (Dihitung) |
3,0 kg |
| Dimensi Kemasan (Dihitung) |
250 mm x 150 mm x 220 mm |
| Negara Asal |
Jepang |
Sambungan dan Antarmuka
| Konektor/Terminal |
Alokasi Fungsi |
| CN1A / CN1B |
Jalur masukan/keluaran jaringan optik SSCNET III/H |
| CN2A / CN2B |
Antarmuka komunikasi encoder (Sumbu A / Sumbu B) |
| CN3 |
Konektor sinyal I/O (sakelar batas eksternal, sensor jarak) |
| CN8 |
Konektor sirkuit fungsi Safe Torque Off (STO) |
| L1 / L2 / L3 |
Blok terminal masukan daya AC tiga fase sirkuit utama |
| L11 / L21 |
Blok terminal masukan daya AC satu fase untuk sirkuit kontrol |
| U / V / W (A & B) |
Jalur keluaran daya motor Servo AC untuk Sumbu A dan Sumbu B |
Wawasan Rekayasa Empiris
Model Alternatif & Kompatibilitas
Saat mengganti drive multi-sumbu seri MR-J3 yang lebih lama, perlu diketahui bahwa dimensi fisik dan format parameter berbeda. MR-J4W2-77B memerlukan parameter konfigurasi mode MR-J4 dan kompatibilitas firmware dengan pengontrol hulu (seperti Motion Controller seri Q atau Modul Simple Motion). Saat memigrasikan sistem yang ada, pastikan alat konfigurasi jaringan SSCNET III/H diperbarui agar mendukung profil model MR-J4.
Kesalahan Umum Aplikasi & Catatan Rekayasa
Dalam panel tertutup dengan aliran udara terbatas, MR-J4W2-77B dapat mengalami kenaikan suhu internal secara cepat. Mengoperasikan kedua sumbu 0.75 kW secara bersamaan pada siklus kerja kontinu tinggi dapat memicu alarm beban berlebih termal (AL 46). Jarak bebas vertikal 40 mm di atas/bawah dan jarak bebas lateral 10 mm wajib dipertahankan. Jika kedua sumbu melambat secara bersamaan di bawah beban inersia berat, pastikan daya regeneratif tidak melebihi kapasitas resistor internal; pasang resistor regeneratif eksternal dengan ukuran yang sesuai untuk mencegah gangguan tegangan berlebih (AL 33).
Tips Pengoperasian Awal & Pengkabelan
Selalu gunakan kabel optik asli Mitsubishi tipe MR-CCN1 untuk port CN1A/CN1B. Kabel fiber optik standar memiliki radius tekuk minimum yang ketat, yaitu 25 mm; pelanggaran terhadap batas ini akan menyebabkan atenuasi optik dan memicu terputusnya komunikasi secara tidak menentu (AL 86.1). Pastikan kabel enkoder (CN2A/CN2B) dirutekan secara fisik dalam baki kabel terpisah dan berpelindung, jauh dari kabel daya motor (U/V/W), untuk mencegah interferensi elektromagnetik memicu kesalahan komunikasi enkoder (AL 1A).
Panduan Pemasangan
PERINGATAN PENTING: Sebelum melakukan pemasangan fisik atau perubahan kabel, isolasikan sepenuhnya catu daya listrik sirkuit utama dan sirkuit kontrol. Setelah daya diisolasi, tunggu setidaknya 15 menit agar kapasitor bus tegangan tinggi internal melepaskan muatannya. Pastikan LED fisik "CHARGE" di bagian depan amplifier benar-benar padam, lalu ukur tegangan bus DC sisa antara terminal P+ dan N- untuk memastikan nilainya di bawah 45 V sebelum menangani terminal.
1
Pasang amplifier secara vertikal pada pelat belakang logam yang datar dan kaku menggunakan sekrup pemasangan. Pertahankan jarak bebas standar untuk mengoptimalkan aliran konveksi pendinginan.
2
Hubungkan kabel pembumian fungsional khusus ke terminal pembumian amplifier dan verifikasi jalur koneksinya kembali ke busbar pembumian sistem.
3
Pasang kabel kontrol dan enkoder, pastikan koneksi fiber optik SSCNET terpasang sepenuhnya pada CN1A/CN1B setelah penutup pelindung dilepas.