Deskripsi
Dirancang untuk pengaturan termal industri yang presisi, Omron G3PE-235B-2N memungkinkan pensaklaran yang sangat efisien untuk beban pemanas tiga fase hingga 35 A. Dengan menggunakan topologi pensaklaran 2 fase, perangkat ini menyederhanakan pengkabelan dalam konfigurasi delta atau bintang tiga fase tanpa kabel netral, sekaligus menyediakan bentuk yang ringkas di dalam panel kontrol listrik. Fungsi zero-cross terintegrasi meminimalkan interferensi elektromagnetik dan timbulnya derau listrik, sehingga melindungi instrumentasi otomasi analog di sekitarnya selama pengalihan berfrekuensi tinggi.
Fitur
-
Pensaklaran Dua Fase: Konfigurasi kontrol 2 elemen yang ekonomis, dirancang khusus untuk beban 3 fase yang seimbang.
-
Fungsi Zero Cross: Menekan arus lonjakan awal dan distorsi harmonik dengan menyalakan hanya saat bentuk gelombang tegangan AC melewati titik nol.
-
Isolasi Phototriac: Penghalang isolasi dielektrik tinggi antara sirkuit kontrol input bertegangan rendah dan jaringan distribusi daya.
-
Toleransi Beban Berlebih yang Kuat: Peringkat ketahanan lonjakan tinggi yang dirancang untuk menahan transien arus tinggi berdurasi singkat.
Aplikasi
- Pemanasan barrel mesin ekstrusi dan pencetakan tiup plastik.
- Pemeliharaan suhu ruang produksi semikonduktor.
- Oven, tungku, dan terowongan pengering industri.
- Batang penyegel panas kemasan dan elemen terowongan shrink wrap.
Spesifikasi Teknis
| Parameter |
Nilai |
| Produsen |
Omron |
| Kode Model |
G3PE-235B-2N |
| Tegangan Kontrol Input Terukur |
12 hingga 24 VDC |
| Rentang Tegangan Input Operasi |
9.6 hingga 30 VDC |
| Arus Input |
maksimum 10 mA (pada 24 VDC) |
| Tegangan Beban Terukur |
100 hingga 240 VAC |
| Rentang Tegangan Beban |
75 hingga 264 VAC |
| Arus Beban Kontinu |
35 A (pada suhu sekitar 40 degC) |
| Arus Beban Minimum |
0.5 A |
| Ketahanan Arus Lonjakan |
440 A (60 Hz, 1 siklus) |
| Nilai I2t yang Diizinkan |
1260 A2s |
| Kapasitas Beban |
12.1 kW (pada 200 VAC) |
| Metode Isolasi |
Phototriac |
| Jenis Terminal |
Terminal sekrup (dengan penutup terminal terintegrasi) |
| Gaya Pemasangan |
Pemasangan pada rel DIN dan permukaan panel |
| Berat Pengiriman (Dihitung) |
3.0 kg |
Koneksi dan Antarmuka
| Penandaan Terminal |
Fungsi / Penetapan Sirkuit |
| A1 / A2 (Input) |
Input tegangan DC kontrol (terminal positif/negatif) |
| L1 / T1 (Output) |
Input jalur daya AC Fase 1 dan koneksi beban (Beralih) |
| L2 / T2 (Output) |
Input jalur daya AC Fase 2 dan koneksi beban (Beralih) |
| L3 / T3 (Output) |
Sambungan bypass langsung Fase 3 (tidak disaklarkan secara internal, digunakan untuk jalur konduksi kontrol 2 fase) |
Wawasan Teknik Empiris
Model Alternatif & Kompatibilitas
Penandaan "2N" menetapkan modul 2 elemen (pensaklaran 2 fase). Jika aplikasi Anda mengandalkan topologi pensaklaran 3 elemen (misalnya, sistem dengan koneksi bintang netral yang dibumikan dan memerlukan isolasi pada semua jalur), Anda harus menggunakan varian seri "3N". Jejak pemasangan fisik dan konfigurasi terminal input kedua seri tetap identik, sehingga memudahkan peningkatan mekanis.
Kesalahan Aplikasi & Catatan Teknik
Manajemen termal merupakan faktor paling penting untuk pengoperasian SSR yang andal. Saat beroperasi terus-menerus pada 35 A, modul harus memiliki aliran udara konveksi vertikal yang tidak terhalang. Jika memasang beberapa pengontrol G3PE berdampingan dalam panel kontrol tanpa ventilasi, terapkan faktor penurunan kapasitas 10% hingga 20% untuk mencegah pelarian termal. Pastikan sirip pendingin tetap bebas dari penumpukan debu.
Tips Pengujian Awal & Pengkabelan
Selalu gunakan terminal crimp cincin yang sesuai dengan spesifikasi terminal sekrup untuk memastikan kontak permukaan yang kuat selama siklus termal. Terminal sekrup yang kurang kencang akan menghasilkan panas lokal akibat resistansi, yang dapat menyebabkan degradasi rumah terminal. Untuk mencegah kerusakan akibat hubung singkat di sisi beban, pasang sekring semikonduktor kerja cepat di hulu SSR, dengan ukuran yang memungkinkan sekring putus jauh di bawah batas internal 1260 A2s.
Panduan Pemasangan
PERINGATAN PENTING: BAHAYA LISTRIK
Matikan semua jalur catu daya beban utama dan catu daya kontrol DC tambahan sebelum melakukan pemasangan, penyetelan terminal, atau pemeriksaan. Anggap semua struktur pendingin berpotensi panas selama dan segera setelah pengoperasian.
1
Pasang modul secara vertikal pada rel DIN standar 35 mm atau langsung pada pelat belakang logam datar menggunakan sekrup pemasangan untuk mengoptimalkan konveksi efek cerobong pada pendingin.
2
Pastikan tersedia celah bebas minimum 80 mm tepat di atas dan di bawah perangkat agar pembuangan panas melalui aliran udara berlangsung dengan baik.
3
Terapkan polaritas kontrol input DC yang benar (12 hingga 24 VDC) ke terminal A1 (+) dan A2 (-). Periksa polaritas sebelum memberi energi pada sirkuit kontrol.
4
Amankan kabel beban ke blok terminal keluaran, dan pastikan torsi memenuhi spesifikasi standar Omron untuk sekrup terminal M4/M5 guna mencegah titik panas akibat resistansi kontak tinggi.